Pernahkah kamu gagal fokus saat belajar di kelas atau kampus hanya karena perut terasa melilit, kembung, atau mual? Atau mungkin kamu pernah harus bolak-balik ke kamar mandi di tengah-tengah ujian?
Jika iya, kamu tidak sendirian. Perut yang tidak nyaman adalah salah satu tanda bahwa sistem pencernaanmu sedang mengalami gangguan pencernaan.
โ
Sistem pencernaan kita bekerja tanpa henti untuk mengolah makanan menjadi energi. Namun, karena pola makan yang sembarangan, stres, atau kurang menjaga kebersihan, kinerja organ-organ pencernaan bisa terganggu.
Yuk, kita edukasi diri kita mengenai beberapa gangguan pencernaan umum yang sering dialami dari usia sekolah hingga mahasiswa, serta bagaimana cara mengatasinya!
Macam-Macam Gangguan Pencernaan yang Sering Muncul
Berikut adalah beberapa masalah perut yang paling sering mampir dalam kehidupan sehari-hari:
โ
1. Maag (Gastritis)
โMaag adalah gejala nyeri atau panas pada lambung yang biasanya disebabkan oleh peradangan pada dinding lambung.
Bagi pelajar dan mahasiswa, maag sering kali kambuh akibat kebiasaan menunda waktu makan karena jadwal kelas yang padat atau terlalu banyak mengonsumsi kopi dan makanan pedas saat begadang.
2. Sembelit (Konstipasi)
โSembelit adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan saat buang air besar (BAB) karena feses menjadi keras dan kering. Penyebab utamanya sangat sederhana: kurang minum air putih dan jarang mengonsumsi makanan yang berserat seperti sayur dan buah-buahan.
โ
3. Diare
โKebalikan dari sembelit, diare membuat penderitanya sering BAB dengan kondisi feses yang encer atau cair. Gangguan ini biasanya dipicu oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau parasitโalias akibat jajan sembarangan yang kurang higienis.
โ
4. Perut Kembung (Gerd ringan / Begah)
โPerut kembung terjadi ketika saluran pencernaan terisi oleh gas yang berlebihan. Hal ini sering terjadi jika kamu makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, atau terlalu banyak meminum minuman bersoda.
Tahukah Kamu?
Sistem pencernaan manusia sering disebut sebagai “otak kedua” tubuh kita (the second brain). Di dalam saluran pencernaan terdapat jutaan sel saraf yang terhubung langsung ke otak utama kita.
Itulah mengapa saat kamu merasa stres, cemas, atau gugup menjelang presentasi dan ujian, perutmu tiba-tiba bisa terasa mulas atau mual! Hubungan erat ini disebut dengan gut-brain axis.
Dampak Gangguan Pencernaan Bagi Aktivitas Belajar
Mengabaikan kesehatan perut bisa berdampak buruk pada prestasimu. Saat mengalami diare atau maag, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan nutrisi penting.
Akibatnya, fokus belajar akan menurun drastis, tubuh menjadi cepat lemas, dan kamu terpaksa harus absen dari sekolah atau perkuliahan.
โSelain itu, keseringan mengalami gangguan pencernaan tanpa penanganan yang tepat bisa mengganggu proses penyerapan gizi jangka panjang, sehingga pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak menjadi tidak optimal.
Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Sehari-hari
Kabar baiknya, sebagian besar gangguan pencernaan di atas bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan kecil. Berikut adalah tips edukatif yang bisa kamu terapkan:
- Pola Makan Teratur: Jangan membiasakan melewatkan sarapan. Usahakan makan pada jam yang sama setiap hari agar asam lambung keluar secara teratur untuk mencerna makanan, bukan melukai dinding lambung.
- Bijak Memilih Jajanan: Pastikan makanan yang kamu beli bersih dan tertutup rapat. Selalu cuci tangan menggunakan sabun sebelum menyentuh makanan.
- Penuhi Kuota Serat dan Air: Biasakan membawa botol minum sendiri ke sekolah atau kampus agar kebutuhan air putih minimal 2 liter sehari tetap terpenuhi. Jangan lupa sisipkan sayur atau buah di setiap porsi makanmu.
- Kelola Stres dengan Baik: Karena pikiran memengaruhi perut, luangkan waktu untuk istirahat yang cukup di sela-sela tugas yang menumpuk. Jangan biasakan begadang semalaman suntuk.
Menjaga kesehatan pencernaan adalah investasi penting agar kamu bisa terus beraktivitas dan meraih prestasi dengan maksimal. Mulai hari ini, yuk lebih peduli dengan apa yang masuk ke dalam perutmu!
Referensi
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2020). Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier


Komentar