Dalam berkomunikasi, kita sering kali perlu menyampaikan kembali pesan atau ucapan yang disampaikan oleh orang lain kepada pihak ketiga. Dalam bahasa Inggris, proses menceritakan kembali ucapan orang lain tanpa mengutipnya kata demi kata secara persis disebut dengan Indirect Speech atau sering juga dikenal sebagai Reported Speech.
Memahami Indirect Speech adalah tantangan tersendiri bagi siswa sekolah karena melibatkan banyak perubahan teknis, mulai dari waktu (tenses) hingga kata ganti (pronoun).
Artikel ini akan membahas secara mendalam struktur dan aturan main dalam menggunakan kalimat tidak langsung.
Pengertian dan Definisi Indirect Speech
Indirect Speech adalah cara melaporkan apa yang dikatakan seseorang dengan menggunakan kata-kata kita sendiri, tanpa mengubah makna aslinya. Berbeda dengan Direct Speech yang menggunakan tanda kutip (“…”), Indirect Speech menggabungkan ucapan tersebut ke dalam satu kalimat yang utuh dengan bantuan kata hubung (conjunction).
Contoh sederhana:
โข Direct: Andi said, “I am tired.”
โข Indirect: Andi said that he was tired.
Ciri-ciri Indirect Speech
Siswa dapat mengidentifikasi kalimat tidak langsung melalui ciri-ciri berikut:
โข Tidak menggunakan tanda kutip (quotation marks).
โข Menggunakan kata hubung (conjunction) seperti that, if, whether, atau to.
โข Terjadi perubahan bentuk waktu (tenses) jika kata kerja pelapornya (reporting verb) berbentuk lampau.
โข Terjadi penyesuaian pada kata ganti orang (pronoun).
Fungsi Indirect Speech
Fungsi utama dari kalimat tidak langsung adalah untuk menyampaikan informasi secara lebih mengalir dan formal. Kalimat ini sering digunakan dalam penulisan berita, laporan ilmiah, atau saat kita menceritakan kembali percakapan panjang kepada orang lain tanpa harus meniru gaya bicara aslinya secara dramatis.
Struktur dan Rumus Indirect Speech
Struktur dasar Indirect Speech terdiri dari:
Reporting Clause + Conjunction + Reported Clause
โข Reporting Clause: Bagian yang berisi siapa yang berbicara (Contoh: He said…).
โข Conjunction: Kata hubung seperti that (opsional pada pernyataan).
โข Reported Clause: Isi ucapan yang telah disesuaikan tata bahasanya.
Aturan Perubahan (The Rules of Backshift)
Salah satu aspek tersulit bagi siswa adalah memahami perubahan yang terjadi saat kalimat langsung diubah menjadi tidak langsung. Berikut adalah poin-poin pentingnya:
Perubahan Tenses (Backshift)
Jika reporting verb berbentuk lampau (said, told), maka tenses di dalam ucapan harus mundur satu tingkat ke masa lalu:
- Simple Present โ Simple Past (eat โ ate)
- Present Continuous โ Past Continuous (is eating โ was eating)
- Simple Past โ Past Perfect (ate โ had eaten)
- Present Perfect โ Past Perfect (has eaten โ had eaten)
- Will โ Would
- Can โ Could
Perubahan Pronoun (Kata Ganti)
Kata ganti harus disesuaikan dengan siapa yang berbicara dan siapa yang dilaporkan.
โข I bisa berubah menjadi he atau she.
โข We bisa berubah menjadi they.
โข My bisa berubah menjadi his atau her.
Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat
Karena waktu saat melaporkan sudah berbeda dengan waktu saat diucapkan, maka kata keterangan harus bergeser:
โข Now Then / At that time
โข Today โ That day
โข Tomorrow โ The following day / The next day
โข Yesterday โ The day before / The previous day
โข Here โ There
โข This โ That
Jenis-jenis Indirect Speech
Statement (Pernyataan)
Menggunakan kata hubung that.
โข Direct: “I love music,” said Budi.
โข Indirect: Budi said that he loved music.
Question (Pertanyaan)
- Yes/No Question: Menggunakan if atau whether.
Direct: “Are you okay?” she asked.
Indirect: She asked if I was okay. - Wh- Question: Menggunakan kata tanya itu sendiri (what, where, why).
Direct: “Where do you live?” he asked.
Indirect: He asked where I lived. (Catatan: Pola kalimat tanya berubah menjadi pola pernyataan, bukan V+S lagi).
Command & Request (Perintah & Permintaan)
Menggunakan to + infinitive (positif) atau not to + infinitive (negatif).
โข Direct: “Close the door!” said the teacher.
โข Indirect: The teacher told me to close the door.
โข Direct: “Don’t cry,” he said.
โข Indirect: He told me not to cry.
Suggestion (Saran)
Biasanya menggunakan suggested + that + clause atau suggested + V-ing.
โข Direct: “Let’s go to the cinema,” said Ani.
โข Indirect: Ani suggested going to the cinema.
Analisis Contoh Kalimat
Mari kita bedah perubahan kompleks berikut:
Direct: Rina said, “I will visit my grandmother here tomorrow.”
Indirect: Rina said that she would visit her grandmother there the following day.
Analisis:
1. Pronoun: I berubah menjadi she, my berubah menjadi her.
2. Tense: Will visit berubah menjadi would visit.
3. Place: Here berubah menjadi there.
4. Time: Tomorrow berubah menjadi the following day.
Common Mistakes
- Lupa Mundur Tenses (backshift): Siswa sering tetap menggunakan Present Tense padahal reporting verb-nya Past.
- Double Question Mark: Masih menggunakan tanda tanya dalam kalimat tidak langsung.
- Inverted Word Order: Tetap menggunakan pola tanya pada Indirect Question. (Salah: He asked where was I. Benar: He asked where I was).
- That pada Question: Menggunakan that untuk pertanyaan. (Salah: He asked that if I was okay).
Perbedaan Direct dan Indirect Speech
| Fitur | Direct Speech | Indirect Speech |
| Tanda Baca | Menggunakan tanda kutip (“”) | Tidak menggunakan tanda kutip |
| Kesesuaian Waktu | Waktu saat ucapan terjadi | Waktu saat ucapan dilaporkan |
| Kata Hubung | Tidak ada | That, if, whether, to |
| Keaslian | Kata-kata persis asli | Kata-kata sudah diolah |
Kesimpulan
Indirect Speech adalah keterampilan tata bahasa yang penting untuk dikuasai siswa guna memperlancar kemampuan bercerita dan menulis laporan dalam bahasa Inggris. Kunci utama dalam mempelajarinya adalah ketelitian dalam melakukan “mundur tenses” (backshift) serta penyesuaian konteks waktu dan orang.
Dengan sering berlatih mengubah dialog film atau percakapan sehari-hari menjadi kalimat tidak langsung, siswa akan semakin terbiasa dengan pola perubahannya yang sistematis.


Komentar