Pernahkah kamu memperhatikan papan tulis di kelas dan merasa tulisannya tampak buram, padahal teman di sebelahmu bisa membacanya dengan sangat jelas? Atau, apakah kamu sering harus menyipitkan mata agar bisa melihat rambu lalu lintas atau teks di layar proyektor saat kuliah? Jika iya, itu tandanya mata kamu sedang memberikan sinyal bahwa kemampuannya untuk fokus sedang menurun.
Untuk mengetahui seberapa baik kemampuan mata kita dalam melihat objek dari jarak tertentu, dunia medis memiliki sebuah prosedur standar yang disebut tes visus mata. Bagi teman-teman dari bangku sekolah dasar hingga mahasiswa, yuk kita pelajari bersama apa itu tes visus mata, bagaimana cara kerjanya, dan kapan waktu yang tepat bagi kita untuk menjalankannya!
Apa Itu Tes Visus Mata?
Secara ilmiah, tes visus mata adalah prosedur pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur ketajaman penglihatan (visual acuity) seseorang. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa detail mata kita dapat mengenali bentuk dan huruf dari jarak yang telah ditentukan. Bagi pelajar dan mahasiswa, memahami tes visus ini penting karena tes ini merupakan langkah awal yang paling akurat untuk mendeteksi adanya gangguan refraksi mata. Gangguan refraksi meliputi rabun jauh (miopia atau mata minus), rabun dekat (hipermetropia), dan mata silinder (astigmatisme). Pemeriksaan ini bersifat non-invasif, artinya sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit dan prosesnya berlangsung dengan sangat cepat.
Tahukah Kamu
Alat paling populer yang digunakan dalam tes visus mata adalah selembar papan berisi deretan huruf yang menyusut ke bawah, yang dikenal dengan nama Snellen Chart. Kartu ini diciptakan oleh seorang dokter mata asal Belanda bernama Herman Snellen pada tahun 1862. Uniknya, huruf yang dipasang di kartu tersebut bukanlah huruf sembarangan, melainkan huruf-huruf khusus yang dirancang secara matematis yang disebut optotypes.
Mengenal Cara Menguji Visus Mata
Saat kamu mengunjungi ruang UKS di sekolah, optik, atau klinik dokter spesialis mata, ada beberapa tahapan standar dalam cara menguji visus yang akan kamu lalui.
- Pengaturan Jarak Standar: Kamu akan diminta berdiri atau duduk dengan jarak sekitar 6 meter (atau 20 kaki) di depan kartu Snellen Chart. Jarak ini digunakan karena pada jarak tersebut, otot lensa mata manusia berada dalam kondisi paling rileks.
- Pemeriksaan Satu Per Satu: Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata secara bergantian. Kamu akan diminta menutup satu mata menggunakan alat khusus (okluder) atau telapak tangan tanpa menekan bola mata, sementara mata yang lain membaca huruf yang ditunjuk.
- Membaca dari Baris Teratas: Pemeriksaan dimulai dari huruf terbesar di baris paling atas, lalu perlahan turun ke baris di bawahnya yang berukuran lebih kecil. Juru periksa akan mencatat baris terkecil mana yang masih bisa kamu baca dengan benar dan tanpa ragu-earth.
- Hasil tes ini biasanya ditulis dalam bentuk pecahan seperti 20/20 (dalam satuan kaki) atau 6/6 (dalam satuan meter). Jika hasil visus kamu 6/6, artinya kamu dapat melihat objek pada jarak 6 meter, di mana orang dengan mata normal juga dapat melihat objek tersebut pada jarak yang sama.
Pentingnya Periksa Mata
Banyak dari kita yang baru datang melakukan pemeriksaan ketika kondisi mata sudah sangat terganggu. Padahal, melakukan pemeriksaan mata berkala sangat krusial untuk mendukung efektivitas belajar. Berikut adalah beberapa momen penting mengenai kapan tes mata ini harus dijalankan:
- Sebelum Memasuki Tahun Ajaran Baru : Menjalankan tes visus sebelum mulai masuk sekolah atau kuliah membantu memastikan bahwa fungsi penglihatan kamu optimal untuk menyerap materi pelajaran di kelas.
- Ketika Muncul Gejala Kelelahan Mata : Jika kamu sering mengalami sakit kepala setelah membaca buku, mata berair saat menatap laptop, atau harus memiringkan kepala demi memperjelas pandangan, segeralah melakukan tes visus.
- Setiap 1 Sampai 2 Tahun Sekali : Bagi remaja dan dewasa muda, bentuk bola mata masih bisa mengalami perubahan. Oleh karena itu, bagi yang sudah memakai kacamata maupun yang tidak, pemeriksaan rutin setiap tahun sangat disarankan untuk mengukur fungsi penglihatan terbaru.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Pelajar dan Mahasiswa
Dunia akademik menuntut kita untuk banyak melakukan aktivitas visual jarak dekat, seperti membaca referensi jurnal dan mengetik tugas. Deteksi dini melalui tes visus dapat mencegah penurunan prestasi belajar yang diakibatkan oleh keterbatasan penglihatan. Jika hasil tes menunjukkan adanya penurunan visus, dokter akan memberikan solusi berupa penggunaan kacamata yang sesuai agar mata tidak bekerja terlalu keras secara paksa. Melalui edukasi kesehatan mata ini, kita diingatkan bahwa kenyamanan penglihatan adalah modal utama dalam meraih prestasi. Jangan ragu dan jangan takut untuk menjadwalkan tes visus mata demi kenyamanan aktivitas belajarmu sehari-hari!
Referensi
Ilyas, S., & Yulianti, S. R. (2019). Ilmu Penyakit Mata (Edisi ke-5). Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia


Komentar