Dalam berinteraksi menggunakan bahasa Inggris, kita perlu memperkenalkan nama seseorang, menyebutkan istilah untuk sebuah benda, atau memberikan julukan tertentu. Salah satu cara yang paling umum dan elegan untuk melakukannya adalah dengan menggunakan frasa “be called”.
Namun, bagi banyak pembelajar, penggunaan “be called” terkadang membingungkan. Apakah ia sama dengan kata “call” biasa? Bagaimana struktur kalimatnya yang benar? Mari kita kupas tuntas penggunaan “be called” agar Anda dapat berbicara dengan lebih natural dan akurat.
1. Apa Itu Frasa “Be Called”?
Secara teknis, frasa “be called” adalah bentuk Passive Voice (kalimat pasif) dari kata kerja “call” yang berarti memanggil atau menyebut. Dalam bahasa Indonesia, “be called” diterjemahkan menjadi “disebut”, “dinamakan”, atau “dipanggil”.
Berbeda dengan kalimat aktif di mana subjek melakukan tindakan, dalam kalimat pasif dengan “be called”, subjek kalimat adalah pihak yang menerima sebutan tersebut.
2. Struktur Gramatikal dan Perubahan Waktu (Tenses)
Struktur dasar dari frasa ini adalah:
Subject + To Be (am/is/are/was/were) + Called (Verb 3)
Karena “be” bersifat dinamis, maka ia harus disesuaikan dengan subjek dan keterangan waktu (tenses):
- Present Tense: Digunakan untuk fakta atau nama yang berlaku saat ini.
Example: “This flower is called a Jasmine.” (Bunga ini disebut Melati).
Example: “We are called the champions.” (Kami dijuluki sang juara). - Past Tense: Digunakan jika nama atau sebutan tersebut diberikan di masa lampau.
Example: “The ship was called Titanic.” (Kapal itu dulu dinamakan Titanic). - Future Tense: Digunakan untuk sesuatu yang akan dinamai di kemudian hari.
Example: “The new building will be called Liberty Tower.” (Gedung baru itu akan dinamakan Menara Liberty).
3. Konteks Penggunaan dalam Percakapan Sehari-hari
Frasa “be called” sangat fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai situasi:
A. Perkenalan Diri atau Orang Lain
Anda bisa menggunakan frasa ini untuk menjelaskan nama panggilan yang berbeda dari nama resmi.
Contoh: “My full name is Robert, but I am called Rob.” (Nama lengkap saya Robert, tapi saya dipanggil Rob).
B. Menamai Benda, Tempat, atau Konsep
Sangat berguna saat Anda menjelaskan istilah teknis atau nama lokasi kepada orang lain.
Contoh: “This part of the engine is called the piston.” (Bagian mesin ini disebut piston).
C. Menyatakan Julukan atau Reputasi
Jika seseorang dikenal karena keahlian atau sifat tertentu, “be called” adalah pilihan kata yang tepat.
Contoh: “He is called the King of Pop.” (Dia dijuluki Raja Pop).
4. Perbedaan Vital: “Call” (Aktif) vs “Be Called” (Pasif)
Salah satu kesalahan umum adalah tertukarnya penggunaan bentuk aktif dan pasif. Perhatikan perbandingan berikut:
- Bentuk Aktif (Call): “People call him Boss.” (Orang-orang memanggil dia Bos). Di sini, “People” adalah pelaku yang memanggil.
- Bentuk Pasif (Be Called): “He is called Boss.” (Dia dipanggil Bos). Di sini, fokusnya adalah pada “He” yang menerima panggilan tersebut.
Gunakanlah “be called” jika Anda ingin fokus pada subjek yang dinamai, bukan pada siapa yang memberi nama tersebut.
Kesimpulan: Tips Menggunakan Frasa “Be Called”
Menguasai “be called” akan membuat kemampuan deskripsi Anda meningkat pesat. Berikut adalah ringkasan tips untuk Anda:
- Sesuaikan dengan Subjek: Selalu ingat pasangan subjek; I am called, She/He/It is called, dan You/We/They are called.
- Gunakan untuk Formalitas: Frasa “is called” terdengar sedikit lebih formal dan rapi dibandingkan hanya menggunakan kata “is”. (Contoh: “This is AI” vs “This is called AI”).
- Jangan Lupakan “ED”: Karena ini adalah bentuk pasif, pastikan Anda selalu menggunakan akhiran -ed (called), bukan call tanpa akhiran.
- Konteks Nama Panggilan: Gunakan frasa ini saat nama yang Anda gunakan sehari-hari berbeda dengan nama di dokumen resmi agar lawan bicara tidak bingung.
Dengan memahami aturan detail di atas, Anda kini tidak perlu ragu lagi saat ingin menyebutkan nama atau istilah dalam bahasa Inggris. Selamat berlatih!


Komentar