Dalam mempelajari struktur kalimat bahasa Inggris, pelajar sering kali berfokus pada kata kerja aksi (action verbs) seperti run, eat, atau write. Namun, ada kelompok kata kerja lain yang tidak menunjukkan tindakan, melainkan menghubungkan subjek dengan informasi tambahan.
Kata kerja ini disebut sebagai linking verb atau kata kerja penghubung. Memahami linking verb adalah kunci untuk membangun kalimat yang lebih deskriptif dan akurat.
Apa Itu Linking Verb?
Linking verb adalah kata kerja yang tidak menunjukkan tindakan fisik atau mental, melainkan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan subjek kalimat dengan kata sifat (adjective) atau kata benda (noun) yang memberikan informasi lebih lanjut mengenai subjek tersebut. Informasi tambahan ini dikenal sebagai subject complement.
Secara sederhana, linking verb bekerja seperti tanda sama dengan dalam matematika; ia menyatakan bahwa subjek “adalah” atau “menjadi” sesuatu.
Fungsi dan Ciri-ciri Utama
Fungsi utama linking verb adalah untuk mendefinisikan, mengidentifikasi, atau mendeskripsikan subjek. Ciri khas yang paling mudah dikenali adalah Anda dapat mengganti linking verb dengan bentuk kata kerja “to be” (am, is, are, was, were) tanpa mengubah makna dasar kalimat secara drastis.
Jenis-jenis Linking Verb
Ada dua kelompok besar dalam linking verb:
- ย Bentuk “To Be”: Ini adalah kelompok linking verb yang paling umum, meliputi am, is, are, was, were, been, being.
- ย Kata Kerja Sensorik dan Perubahan Keadaan: Kelompok ini mencakup kata kerja seperti:
Seem: He seems tired.
Become: She became a doctor.
Appear: The sky appears dark.
Feel: I feel happy.
Look: They look excited.
Sound: That sounds great.
Struktur dan Pola Kalimat
Cara Mengidentifikasi Linking Verb
Satu hal yang sering membingungkan adalah beberapa kata kerja bisa berfungsi sebagai linking verb (kata kerja penghubung) sekaligus action verb (kata kerja tindakan).
Untuk membedakannya, gunakan “Tes Substitusi”. Ganti kata kerja tersebut dengan to be seperti is, am, atau are. Jika kalimatnya tetap masuk akal dan maknanya tidak berubah drastis, maka kata kerja tersebut adalah linking verb.
Contoh 1:
The soup tastes delicious. โ Ganti dengan is: The soup is delicious. (Masuk akal, jadi tastes di sini adalah linking verb).
Contoh 2:
The chef tastes the soup. โ Ganti dengan is: The chef is the soup. (Tidak masuk akal, jadi tastes di sini adalah action verb atau tindakan fisik mencicipi).
Daftar Linking Verb yang Sering Digunakan
Secara umum, linking verb dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama:
1. Kata Kerja Berbasis To Be & Perubahan Status
Kata kerja ini murni menyatakan keberadaan atau perubahan kondisi subjek.
- To be: is, am, are, was, were, been, being
- Become (menjadi)
- Seem / Appear (tampak/kelihatan)
- Remain / Stay (tetap)
- Grow / Turn (tumbuh/berubah menjadi)
2. Kata Kerja Berbasis Indra (Verbs of the Senses)
Kata kerja ini menghubungkan apa yang dirasakan oleh indra dengan sifat objeknya.
- Look (terlihat)
- Smell (tercium/berbau)
- Sound (terdengar)
- Taste (terasa/memiliki rasa)
- Feel (terasa/teraba)
Contoh Analisis Kalimat
| Subject | Linking Verb | Subject Complement | Jenis Complement | Arti Kalimat |
| She | looks | stunning | Predicate Adjective | Dia terlihat memukau. |
| The water | turned | ice | Predicate Nominative | Air itu berubah menjadi es. |
| That music | sounds | loud | Predicate Adjective | Musik itu terdengar berisik. |
| They | are | football players | Predicate Nominative | Mereka adalah pemain sepak bola. |
Perbedaan Linking Verb dan Action Verb
Perbedaan paling mendasar terletak pada fungsi kata kerja tersebut:
- Action Verb: Menjelaskan aksi atau tindakan subjek. (Contoh: She eats an apple).
- Linking Verb: Menghubungkan subjek dengan kondisi atau identitasnya. (Contoh: She is hungry).
Beberapa kata kerja bisa berfungsi sebagai keduanya tergantung konteks. Misalnya, kata smell. - Action: I smell the soup. (Saya mencium sup ituโtindakan fisik).
- Linking: The soup smells delicious. (Sup itu baunya enakโmenjelaskan kondisi sup).
Cara Mengidentifikasi Linking Verb
Anda bisa melakukan “uji substitusi”. Jika Anda bisa mengganti kata kerja tersebut dengan is, am, atau are dan kalimatnya tetap masuk akal, maka kata kerja tersebut hampir pasti merupakan linking verb.
Analisis Contoh Kalimat
“The music sounds loud.”
Analisis: Sounds adalah linking verb yang menghubungkan subjek (music) dengan kondisi suara (loud). Loud di sini adalah predicate adjective.
“They became friends last year.”
Analisis: Became adalah linking verb yang menghubungkan subjek (they) dengan identitas baru mereka (friends). Friends adalah predicate nominative.
Common Mistakes
Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan adverb (kata keterangan) setelah linking verb alih-alih menggunakan adjective.
- Salah: She looks beautifully. (Menggunakan adverb untuk menerangkan subjek).
- Benar: She looks beautiful. (Menggunakan adjective karena looks adalah linking verb).
Selain itu, siswa sering lupa memperhatikan subject-verb agreement. Jika subjeknya tunggal, linking verb seperti become harus menjadi becomes.
Tips Menggunakan Linking Verb
- Pahami Konteks: Selalu cek apakah kata kerja tersebut menunjukkan tindakan nyata atau hanya menjelaskan keadaan subjek.
- Pilih Adjektiva yang Tepat: Gunakan adjective untuk menjelaskan kondisi subjek setelah linking verb, bukan adverb.
- Latihan Substitusi: Sering-seringlah mencoba mengganti kata kerja dengan to be untuk memastikan apakah itu linking verb atau bukan.
Kesimpulan
Linking verb adalah alat yang esensial dalam bahasa Inggris untuk memberikan deskripsi mendalam mengenai subjek. Dengan memahami fungsi, jenis, dan perbedaannya dengan action verb, pelajar dapat membangun kalimat yang lebih bervariasi dan tepat secara tata bahasa. Menguasai penggunaan linking verb akan sangat membantu dalam menulis deskripsi yang jelas serta berkomunikasi dengan cara yang lebih formal dan terstruktur.


Komentar