Sains
Beranda / Sains / Apa Itu Besaran Turunan? Kisah Seru Lahirnya Rumus Fisika dari Hasil Gabungan Besaran Pokok

Apa Itu Besaran Turunan? Kisah Seru Lahirnya Rumus Fisika dari Hasil Gabungan Besaran Pokok

mengenal-besaran-turunan
mengenal-besaran-turunan

​Setelah pada artikel sebelumnya kita berkenalan dengan 7 anggota “elite” besaran pokok yang mandiri, sekarang kita akan mengintip kelompok besaran yang jauh lebih besar, lebih ramai, dan sangat seru. Kelompok ini bernama Besaran Turunan. Jika besaran pokok kita ibaratkan sebagai huruf-huruf alfabet dasar seperti A, B, C, dan D, maka besaran turunan adalah kata dan kalimat indah yang berhasil kita rangkai dari huruf-huruf tersebut. Tanpa adanya kreativitas untuk menggabungkan besaran-besaran pokok, kita tidak akan pernah memiliki rumus-rumus fisika keren yang mendasari teknologi modern saat ini!

Yuk, kita bedah bersama kisah seru di balik lahirnya besaran turunan serta bagaimana cara mereka bekerja mempermudah kehidupan kita!​

Apa Sebenarnya Besaran Turunan Itu?

​Secara definisi ilmiah, besaran turunan adalah besaran yang diturunkan, diperoleh, atau dijabarkan dari kombinasi satu atau lebih besaran pokok. Kata “turunan” di sini berarti mereka tidak berdiri sendiri sejak lahir, melainkan anak cucu yang lahir dari hasil perkalian atau pembagian besaran pokok.

Sebagai contoh paling simpel, mari kita lihat ruangan kelas atau kamar tidurmu. Jika kamu ingin mengukur panjang lantai kamarmu, kamu menggunakan besaran pokok Panjang (satuannya meter). Jika kamu mengukur lebarnya, kamu juga menggunakan besaran pokok Panjang (satuannya meter).
​Namun, bagaimana jika kamu ingin tahu seberapa luas kamarmu? Kamu harus mengalikan panjang dengan lebarnya, bukan?

Luas = Panjang × Lebar

Satuan Luas = meter × meter = m²

Nah, Luas inilah yang disebut sebagai besaran turunan! Ia lahir karena ada dua besaran pokok panjang yang saling dikalikan.

Apa Itu Fungsi Dimensi Besaran? Menjawab Pertanyaan Kritis Siswa

​Mengintip Keluarga Besar Besaran Turunan dan Rumusnya

​Karena merupakan hasil kombinasi, jumlah besaran turunan di alam semesta ini ada ratusan bahkan ribuan! Mari kita berkenalan dengan beberapa anggota besaran turunan yang paling sering kita temui di sekolah hingga bangku perkuliahan:

1. Volume (Simbol: V)
​Digunakan untuk mengukur seberapa banyak ruang yang bisa ditempati oleh suatu benda (zat padat, cair, atau gas).
Asal-usul: Hasil perkalian tiga besaran pokok panjang (panjang × lebar × tinggi).
Satuan SI: Meter kubik (m³).

2. Kecepatan (Simbol: v)
​Menghitung seberapa cepat sebuah benda bergerak pindah tempat dalam waktu tertentu.
Asal-usul: Besaran pokok panjang (jarak) dibagi dengan besaran pokok waktu.
Satuan SI: Meter per sekon (m/s).

3. Massa Jenis (Simbol:ρ / dibaca: rho)
​Digunakan untuk mengukur tingkat kerapatan partikel di dalam suatu benda. Konsep inilah yang menjelaskan mengapa kapal besi raksasa bisa mengapung sedangkan paku kecil langsung tenggelam di air.
Asal-usul: Besaran pokok massa dibagi dengan besaran turunan volume.
Satuan SI: Kilogram per meter kubik (kg/m³).

4. Gaya (Simbol: F)
​Seperti yang sudah kita bahas pada seri Hukum Newton, gaya adalah dorongan atau tarikan yang bisa mengubah gerak benda.
Asal-usul: Massa dikalikan dengan percepatan (F = m.a).
Satuan SI: kg.m/s² (atau disingkat menjadi Newton).

5.Tekanan (Simbol: P)
Menghitung seberapa besar gaya yang tersebar di suatu luas permukaan (P = F/A).
Asal-usul: Besaran turunan gaya dibagi dengan besaran turunan luas.
Satuan SI: N/m² (atau disingkat menjadi Pascal).

Tahukah Kamu?
​Mengapa ada satuan besaran turunan yang memiliki nama keren tersendiri seperti Newton, Pascal, Joule, atau Watt?. Asal-usulnya adalah sebagai bentuk penghargaan tertinggi dunia sains kepada para ilmuwan genius zaman dahulu! Gabungan satuan yang rumit seperti kg.m/s² disepakati untuk diganti namanya menjadi Newton demi menghormati Sir Isaac Newton. Jadi, setiap kali kamu menuliskan satuan tersebut, kamu sedang merayakan sejarah penemuan sains yang hebat!

Kesimpulan
​Kisah lahirnya besaran turunan membuktikan bahwa sains selalu berkembang untuk menjawab kebutuhan manusia. Jika besaran pokok memberi kita alat ukur dasar yang jujur dan kaku, maka besaran turunan memberikan kita fleksibilitas untuk menghitung hal-hal yang lebih kompleks—mulai dari kelajuan mobil balap, tekanan udara di ban motormu, hingga daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan komputer dan smartphone.

Yuk, Uji Pemahamanmu! (Kuis Mini)
​Mari kita asah ketajaman analisismu setelah membaca penjelasan di atas:

  1. Di artikel materi Usaha dan Energi, kita tahu bahwa rumus Usaha adalah Gaya dikalikan dengan Perpindahan (W = F . s). Coba kamu analisis, besaran pokok apa saja yang sebenarnya membentuk besaran turunan bernama Usaha tersebut?
  2. Jika kecepatan mobil ayahmu ditunjukkan oleh speedometer dalam satuan km/jam, apakah satuan tersebut termasuk ke dalam Satuan Internasional (SI)? Jika tidak, bagaimanakah cara mengubahnya ke satuan SI?

Referensi
Kanginan, M. (2016). Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan