Dalam komunikasi bahasa Inggris, kita tidak selalu ingin menonjolkan siapa yang melakukan suatu tindakan. Terkadang, apa yang dikerjakan atau benda yang dikenai tindakan justru jauh lebih penting daripada pelakunya. Di sinilah peran Passive Voice atau kalimat pasif menjadi sangat krusial.
Bagi siswa sekolah, menguasai passive voice adalah langkah penting untuk meningkatkan kemampuan menulis akademik, memahami berita, hingga mengerjakan soal-soal ujian nasional maupun internasional.
Artikel ini akan membahas tuntas segala hal tentang passive voice mulai dari definisi hingga cara perubahannya.
Pengertian dan Definisi Passive Voice
Secara definisi, Passive Voice adalah bentuk kalimat di mana subjek kalimat menerima aksi, bukan melakukan aksi. Dalam kalimat pasif, fokus utama berpindah dari pelaku (doer) ke penerima aksi (receiver).
Dalam bahasa Indonesia, kalimat pasif biasanya ditandai dengan kata kerja yang berawalan “di-” atau “ter-“. Contohnya, “Buku itu dibaca oleh Andi.” Fokus kalimat ini adalah pada “Buku”, bukan pada “Andi”.
Ciri-ciri Passive Voice
Sebuah kalimat dapat dikategorikan sebagai passive voice jika memiliki karakteristik berikut:
โข Menggunakan To Be (Auxiliary Verb): Selalu mengandung bentuk be (am, is, are, was, were, been, being).
โข Menggunakan Verb 3: Kata kerja utama selalu dalam bentuk Past Participle (V3).
โข Fokus pada Objek: Objek dari kalimat aktif berpindah posisi menjadi subjek di kalimat pasif.
โข Adanya Kata “By”: Sering kali diikuti oleh kata by untuk menyebutkan pelaku aksi (opsional).
Fungsi Passive Voice
Kapan kita sebaiknya menggunakan kalimat pasif? Berikut adalah beberapa fungsinya:
1. Pelaku Tidak Diketahui: Saat kita tidak tahu siapa yang melakukan aksi (Contoh: “Dompetku dicuri”).
2. Pelaku Tidak Penting: Saat tindakan itu sendiri lebih penting daripada pelakunya (Contoh: “Jalan ini sedang diperbaiki”).
3. Konteks Akademik/Berita: Untuk memberikan kesan objektif dan formal.
Struktur dan Rumus Passive Voice
Rumus dasar dari passive voice sangat bergantung pada tenses yang digunakan, namun pola dasarnya adalah:
Subject (Penerima) + Auxiliary Verb (be) + Verb 3 (Past Participle) + (by Agent)
Penggunaan Auxiliary Verb (be)
Be harus disesuaikan dengan tenses dan jumlah subjek (tunggal/jamak).
โข Present: is, am, are
โข Past: was, were
โข Perfect: been
โข Continuous: being
Penggunaan Verb 3 (Past Participle)
Ini adalah aturan mutlak. Apapun tenses-nya, kata kerja utamanya wajib menggunakan bentuk ketiga. Contoh: Eat menjadi Eaten, Write menjadi Written, Fix menjadi Fixed.
Penggunaan Tenses dalam Passive Voice
Berikut adalah tabel perubahan tenses dari aktif ke pasif:
| Tense | Active Voice | Passive Voice |
| Simple Present | She cleans the room | The room is cleaned by her |
| Simple Past | She cleaned the room | The room was cleaned by her |
| Present Continuous | She is cleaning the room | The room is being cleaned |
| Present Perfect | She has cleaned the room | The room has been cleaned |
| Future (Will) | She will clean the room | The room will be cleaned |
Cara Mengubah Active Menjadi Passive
Siswa dapat mengikuti langkah-langkah sistematis berikut untuk mengubah kalimat:
1. Identifikasi S-V-O: Tentukan subjek, kata kerja, dan objek dalam kalimat aktif.
2. Pindahkan Objek: Objek dalam kalimat aktif pindahkan ke depan menjadi subjek baru.
3. Tentukan Tense: Lihat kata kerja aktifnya. Jika $V_1$, gunakan is/am/are. Jika $V_2$, gunakan was/were.
4. Ubah Menjadi V3: Ubah kata kerja utama menjadi bentuk ketiga.
5. Tambahkan “By”: Letakkan subjek lama di akhir kalimat setelah kata by. Jika subjek berupa kata ganti, ubah menjadi bentuk objek (I $\rightarrow$ me, He $\rightarrow$ him, dsb).
Contoh dan Analisis Kalimat
Mari kita bedah contoh berikut:
Active: The chef (S) prepares (V1) the meal (O).
Passive: The meal (S) is prepared (be + V3) by the chef.
Analisis:
โข The meal yang tadinya objek kini menjadi fokus utama (subjek).
โข Karena prepares adalah Simple Present, maka kita gunakan is (karena meal tunggal).
โข Prepares berubah menjadi prepared.
โข The chef tetap disebutkan di akhir sebagai informasi tambahan siapa pelakunya.
Common Mistakes
Siswa sering kali melakukan kesalahan berikut:
- Salah To Be: Menggunakan was untuk kalimat present, atau lupa menyesuaikan subjek tunggal/jamak (Contoh: The apples was eaten $\rightarrow$ Seharusnya were).
- Lupa Verb 3: Menggunakan $V_1$ atau $V_2$ dalam kalimat pasif.
- Intransitive Verbs: Mencoba memasifkan kata kerja yang tidak punya objek seperti sleep, go, sit. (Kata kerja ini tidak bisa dibuat pasif).
- Lupa Mengubah Pronoun: Menulis by he alih-alih by him.
Perbedaan Active dan Passive Voice
Penting untuk mengetahui perbedaan mendasar agar bisa memilih bentuk yang tepat sesuai kebutuhan tulisan:
| Tense | Active Voice | Passive Voice |
| Simple Present | She cleans the room | The room is cleaned by her |
| Simple Past | She cleaned the room | The room was cleaned by her |
| Present Continuous | She is cleaning the room | The room is being cleaned |
| Present Perfect | She has cleaned the room | The room has been cleaned |
| Future (Will) | She will clean the room | The room will be cleaned |
Kesimpulan
Passive voice adalah struktur penting dalam bahasa Inggris yang memungkinkan kita menggeser fokus kalimat kepada informasi yang dianggap lebih penting. Dengan memahami kombinasi antara Auxiliary Verb (be) dan Verb 3, siswa akan mampu menyusun kalimat pasif yang akurat dalam berbagai tenses.
Kunci utama dalam menguasai materi ini adalah ketelitian dalam mengidentifikasi tenses asal dan kecakapan dalam mengubah kata kerja menjadi bentuk Past Participle. Teruslah berlatih mengubah kalimat aktif di sekitarmu menjadi kalimat pasif untuk mengasah insting tata bahasamu!


Komentar